Mengintip Sosok Pahlawan Di Balik Gagang Kunci dan Sapu Lidi

Tak selamanya sebutan pahlawan disematkan hanya pada sosok yang telah bertempur di medan perang atau mereka yang berjasa banyak hingga mengharumkan nama bangsa ke luar tanah air. Tak perlu jauh-jauh, karena di sekeliling kita ternyata banyak sosok yang sama berjasanya seperti pahlawan. Contohnya petugas penjaga dan pembersih sekolah atau yang selama ini dikenal dengan istilah Office Boy (OB). Meskipun mereka sering dianggap sebelah mata, jasa mereka tak bisa dibilang sedikit.

Tentunya, kita tidak bisa membayangkan jika tak ada keberadaan mereka. Pasti, tumpukan sampah atau tingginya rumput serta semak-semak akan memenuhi pekarangan sekolah. Dan jika itu terjadi, sudah pasti akan menimbulkan pemandangan tak sedap jika kita melihatnya.

Bapak Taupik

Admin Blog sekolah, berkesempatan berbincang dengan Bapak Taupik, OB sekaligus penjaga sekolah yang sudah beberapa tahun ini mengabdi di SMP Yapindo.  

Saat admin berkunjung, ia terlihat sedang membaringkan badannya di atas kursi kayu panjang yang ada di teras depan tempat tinggalnya. Istirahat, itulah yang dilakukannya setelah semalaman menjaga sekolah dan membersihkan lingkungan sekolah dipagi harinya.


Pak Taupik yang saat itu mengenakan kemeja panjang warna biru dengan mata yang terlihat agak lelah menyuruh saya duduk. “Ngopi ya pak?” tanyanya pada saya, yang langsung saya sambar dengan jawaban, “wajib kalau itu”.  Sambil tersenyum ia pun menyuruh istrinya membuatkan secangkir kopi untuk kami.

“Sudah berapa lama pak, kerja disini?” tanya saya, coba memulai obrolan sambil nyeruput kopi yang baru saja disuguhkan istrinya didepan kami.

Dan sejurus kemudian, kami pun berbincang kesana-sini. Ngalor-ngidul, dari urusan politik, urusan pisang goreng, rasa kopi, kipas angin yang rusak, pekerjaan, bahkan sampai pada pendidikan anak-anaknya. Dan dari situlah, saya jadi tahu jika sosok kurus berwajah angker yang jarang tersenyum itu, meskipun dengan penghasilan yang tak begitu besar, ternyata adalah sosok yang jarang mengeluh dan sangat peduli dengan pendidikan anak-anaknya.

Pak Topik saat membabat rumput

Setiap hari, Taupik dan dua orang rekannya berkeliling untuk membersihkan setiap sudut yang ada disekolah. Saat ada tumpukan sampah, ia akan dengan sigap memindahkannya ke dalam tempat pembuangan akhir yang berada di belakang sekolah. Atau, saat melihat rumput sudah mulai menyemak tinggi dihalaman, ia juga tak segan melawan teriknya panas untuk memotong habis rumput tersebut menggunakan peralatan yang ada. Sepertinya, tumpukkan sampah, alat pemotong rumput, gagang kunci,  dan sapu lidi, memang sudah bukan barang asing lagi buatnya.

“Apapun pekerjaannya. Semua harus kita lakukan dengan baik. Karena, disitulah letak bersyukur.” ungkapnya, saat admin blog mencoba mewawancarai beliau di tempat tinggalnya yang terletak tak jauh dari lingkungan sekolah (Selasa/09/11)

Tak salah, jika menjelang hari Pahlawan 10 November ini. Ia menjadi salah satu target liputan khusus blog sekolah. Karena sebutan pahlawan tidak melulu disematkan, hanya pada sosok yang telah bertempur di medan perang atau mereka yang berjasa banyak hingga mengharumkan nama bangsa ke luar negeri. Karena, bapak Taupik, dan mereka-mereka yang memiliki profesi sama seperti dirinya, juga adalah pahlawan.

“SELAMAT HARI PAHLAWAN.....!!!!”

 

Posting Komentar

0 Komentar