ANTISIPASI SEKS BEBAS DIKALANGAN REMAJA. SMP YAPINDO GELAR DISKUSI SEX EDU 2021

Jika membahas tentang sex education apa stigma yang terbentuk pertama di pikiran anda? Hubungan suami istri, alat-alat kontrasepsi, atau hamil, dan melahirkan?. Tentunya anda punya pikiran masing-masing dalam memahami kata sex education.  Akan tetapi, sex education lebih dari itu semua.

Sex Education atau biasa kita sebut pendidikan seks tidak hanya membahas mengenai hubungan suami istri yang sering tergambarkan di masyarakat kita, melainkan pendidikan seks membahas bagaimana seorang remaja dapat menerapkan norma-norma baik dalam pergaulan sehingga mereka dapat memilah manakan hal yang boleh dilakukan dan tidak boleh dilakukan.

Mursalim S.Pd. saat membuka diskusi Sex Edu kelompok kelas 7 (Dok.red)

Demikian disampaikan Mursalim,S.Pd. Guru BK sekaligus kordinator Diskusi SEX EDU 2021 SMP Yapindo, mewakili Kepala Sekolah, Kusnan,S.Pd. saat membuka kegiatan tersebut diaula Sekolah (Jumat,26/11).

Lebih lanjut, Mursalim juga mengatakan bahwa pihak sekolah sengaja mengadakan kegiatan tersebut sebagai bentuk tanggung jawab sekolah dalam mengantisipasi Perilaku Remaja yang semakin mengkawatirkan oleh sebab kemajuan teknologi dewasa ini.

"Karena saat ini sedang pandemi, jadi kami membentuk diskusi ini menjadi empat kelompok. Kelompok pertama adalah kelas VII, yang berada diruang kelas dan dipandu oleh saya sendiri. Sedang kelompok kedua adalah Kelas VIII, pematerinya adalah Ibu Suhartini. Sementara kelompok ketiga yang terdiri dari kelas IX, di pandu oleh Ibu Suyatni. Dan terakhir, adalah kelompok Daring, yang dipandu oleh wali kelasnya masing-masing," paparnya.

Ia juga berharap, bahwa dengan diadakannya Diskusi SEX EDU 2021, maka  anak didik, khususnya di SMP Yapindo dapat mengubah anggapan negatif tentang seks. Dengan begitu, anak-anak memahami bahwa perubahan seksualitas adalah sesuatu yang alamiah dan wajar terjadi pada semua orang terutama remaja, selain itu juga dapat diberitahu mengenai berbagai perilaku seksual berisiko sehingga mereka dapat menghindarinya dan menjawab semua pertanyaan yang ada di benak mereka seiring dengan perubahan yang terjadi pada tubuh mereka.

“Intinya, kemajuan tekhnologi memang harus diimbangi dengan pengetahuan. Jika anak didik kita minim pengetahuan, maka siap-siap, mereka akan terpengaruh oleh sisi negatif dari pesatnya teknologi. Begitu sebaliknya, jika mereka memiliki pengetahuan, maka mereka pun akan mengantisipasinya sendiri” pungkasnya

Berikut dokumentasi yang berhasil redaksi himpun dilokasi kegiatan :

Suhartini,S.Pd. saat menjadi pembicara dalam kegiatan diskusi Sex Edu kelompok kelas 8

Suyatni R, S.Si. Pemateri kelompok kelas 9 saat pembukaan acara

Mursalim,S.Pd saat berdiskusi dengan siswa kelompok kelas 7

Tampak semua peserta tetap menjalankan prokes

Demikian sekilas pernik sekolah. Semoga bermanfaat. Untuk melihat Dokumentasi Kegiatan, silahkan kunjungi rubrik GALERI PHOTO.

Posting Komentar

0 Komentar